11+ Cara Menjadi Juara Lomba Pidato yang Wajib Kamu Baca

-Lomba-

Cara Menjadi Juara Lomba Pidato

Lomba pidato dalam kehidupan sehari-hari menjadi sangatlah lazim untuk ditemukan, contohnya saja keta sering melihat tokoh-tokoh penting dalam suatu negara berpidato kepada rakyatnya. Banyak orang tercengang dengan pidato mantan presiden Amerika Serikat, Barrack Obama, yang mengobarkan semangat kepada masyarakat Amerika Serikat untuk tetap bersatu dan bekerja keras, bersama memajukan Amerika Serikat.

Kata-kata yang tepat dan cara penyampaian yang pas menjadi titik utama suatu pidato untuk menjadi berarti bagi para pendengarnya. Bahkan, pidato saat ini sering diperlombakan dengan sub tema tertentu.

Tentu sangat keren untuk tampil di depan khalayak ramai, mengutarakan pikiran kita dalam kata-kata yang dapat berguna bagi khalayak ramai. Namun, banyak orang bertanya-tanya, “Bagaimana cara menjuarai lomba pidato?”. Berikut beberapa tips yang ingin saya bagikan kepada teman-teman dalam 2 garis besar, yaitu bagian naskah dan penampilan.

Tips Juara Lomba dalam Naskah Pidato

Untuk menjadi pemenang dalam lomba pidato. Antara lain;

1. Naskah

Tips pertama untuk menyusun naskah adalah mengenali sub tema yang diangkat dalam perlombaan pidato tersebut. Sub tema menjadi langkah utama kita untuk berpikir dan membuat naskah pidato kita.

Misalnya, sub tema yang diangkat adalah isu-isu yang sedang berkembang di Asia. Tentunya, kita harus membatasi pemikiran kita hanya pada benua Asia saja. Penulisan naskah pidato yang baik tentunya tidak keluar dari konteks yang diberikan.

2. Kerangka Pidato

Tips kedua untuk menyusun naskah adalah menyusun kerangka naskah pidato yang ingin kita sampaikan. Misalnya dari contoh sub tema di atas, maka kita ingin mengambil isu perang antara Korea Utara dan Korea Selatan.

Maka, kita harus menyusun poin-poin yang ingin kita bahas, seperti sejarah awalnya perang, klimaks dari perang tersebut, dan dampak-dampak dari perang tersebut. Penyusunan kerangka ini akan membantu kita untuk menyusun naskah pidato secara lengkap.

3. Kutipan dari Tokoh

Tips ketiga untuk menyusun naskah adalah mencari kutipan-kutipan orang terkenal mengenai judul pidato yang kita angkat. Tips ketiga ini dapat menjadi nilai lebih, teman-teman. Hal ini dikarenakan kutipan yang singkat namun ‘kena’ bagi para pendengarnya akan membuat mereka untuk menyimak pidato kita dengan baik.

Peletakan kutipan sebaiknya di awal maupun akhir pidato, dan sebaiknya kutipan awal dan akhir dari pidato kita berasal dari tokoh yang sama, khususnya tokoh yang berperan penting dalam judul yang kita angkat.

4. Panjang dan Pendek Naskah

Tips keempat untuk menyusun naskah adalah membuat naskah yang tidak terlalu pendek, namun tidak juga terlalu panjang.

Naskah yang terlalu pendek tidak memberi banyak faedah bagi para pendengarnya. Naskah yang terlalu panjang juga akan membuat para pendengar pidato kita bosan dan tidak tertarik lagi untuk menyimak. Oleh karena itu, pembuatan naskah harus disinkronisasikan dengan batas waktu penyampaian pidato. Hal ini dapat dilakukan dengan membaca naskah pidato sambil menguji durasi waktu membaca naskah tersebut dengan stopwatch.

Selanjutnya adalah tips untuk penampilan atau penyampaian pidato di depan khalayak ramai. Tips pertama adalah mengikuti segala persyaratan yang diajukan lomba.

Misalnya, perlombaan pidato tersebut mensyaratkan para peserta untuk tampil dengan menggunakan seragam, maka usahakan untuk berseragam dengan lengkap dan rapih. Ini dapat menjadi poin tambahan yang diberikan juri. Bukankah penampilan yang rapih jauh lebih menarik daripada penampilan yang berantakan?

5. Berlatih

Berlatih sebelum menyampaikan pidato. Kita harus memastikan bahwa kita menyampaikan pidato dalam batas rentang waktu yang diberikan.

Penyampaian yang kurang dari batas waktu minimal maupun lebih dari batas waktu maksimal yang diberikan akan mengurangi poin kita. Berlatihlah di depan cermin agar kepercayaan diri meningkat dan kita mampu mengoreksi kesalahan-kesalahan kita saat menyampaikan pidato.

6. Gaya Penyampaian

Untuk menyampaikan naskah adalah memilih gaya penyampaian yang cocok dengan pribadi masing-masing. Jika teman-teman menyukai standing mic, maka gunakanlah standing mic. Namun, jika teman-teman lebih memilih untuk memegang mic, maka peganglah mic saat akan menyampaikan pidato.

Teman-teman juga dapat memilih untuk menyampaikan pidato sambil berjalan keliling panggung atau tetap berada di tempat.

7. Penggunaan Intonasi

Cara selanjutanya adalah penggunaan intonasi yang tepat. Penggunaan intonasi yang tepat akan membantu para pendengar untuk mengerti dan merasakan kalimat-kalimat yang kita lontarkan dalam pidato kita.

Saat kita hendak menyampaikan kutipan orang terkenal, hayati terlebih dahulu kutipan tersebut dan sampaikanlah dengan tepat sehingga para pendengar juga ikut menghayati isi kutipan tersebut.

8. Improvisasi

Berimprovisasi saat kita melupakan apa yang hendak kita ingin sampaikan. Apabila teman-teman adalah tipe yang pelupa, maka sebaiknya naskah pidato diringkas dalam bentuk poin singkat dan dibawa saat akan menyampaikan pidato, selama pihak lomba mengizinkan. Namun, saran saya poin singkat yang dituang dalam secarcik kertas yang meskipun berukuran kecil, akan membatasi pergerakan kita.

Maka, saat kita melupakan apa yang hendak kita ingin sampaikan, berimprovisasilah dengan menggunakan kata-kata yang logis. Perlu teman-teman pahami bahwa menyampaikan pidato bukan dengan menghafal lurus-lurus isi naskah kita, namun kita sendiri harus merenungkan, menghayati sehingga naskah pidato tersebut terasa konkret saat kita sampaikan.

9. Mengandung Makna

Apabila naskah pidato teman-teman mengandung makna dalam, misalnya sarat dengan permasalahan Hak Asasi Manusia (HAM) maka untuk lebih menyentuh hati para pendengar, kita dapat menyanyikan sepenggal bait lagu yang selaras dengan isi pidato kita.

Namun, bernyanyilah dengan baik dan setelah bernyanyi sampaikanlah bahwa sesuai dengan isi lagu, kita harus menghargai HAM karena semua manusia sama di hadapan Tuhan.

10. Tetap Tenang

Apabila setelah penyampaian pidato ada sesi bertanya dari para juri, maka tetap bersikap tenang, dengarkan pertanyaan juri dengan baik, dan jangan lupa mengucapkan terima kasih atas pertanyaan yang telah diberikan. Hal terpenting adalah tidak bersikap menggurui saat menjawab pertanyaan juri.

Jawablah pertanyaan dengan rendah hati dan tetap tenang, serta jangan lupa tersenyum di depan para juri.

11. Berdo'a

Dan tips terakhir adalah serahkan hasil perlombaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Berdoalah sebelum maupun sesudah mengikuti perlombaan pidato. Kalah dan menang merupakan hal yang biasa dalam perlombaan.

Kekalahan merupakan kemenangan yang tertunda hanya bagi mereka yang tidak pernah menyerah, karena akhir sebenarnya dari sebuah perjuangan adalah ketika kita menyerah. Sekian tips dari saya, terima kasih dan selamat berjuang teman-teman.

Demikianlah tulisan mengenai cara untuk menjadi juara dalam lomba pidato yang dibagikan oleh Pricilia Meidy Winengko. Semoga bisa menjadi inpirasi bai segenap pembaca website lomba yang akan atau ingin mengikuti perlombaan pidato.
Lomba 2022

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "11+ Cara Menjadi Juara Lomba Pidato yang Wajib Kamu Baca"

Posting Komentar